Sang putri yang berdiri di menara tinggi
Bersanding dengan naga penguasa angkasa
Menanti pangeran pujaan dari negeri utara
Gelisah sang putri
Merasuk ke dalam hutan kesendirian dan semak-semak kesepian
Hingga burung-burung gelatik berhenti bernyanyi
Dan matahari meredupkan sinarnya
Sang putri sedih dan sendiri
Hingga sang pangeran menjemputmu
Dengan kuda sembrani dan baju zirah besi
Yang membunuh sang naga
Dengan tebasan pedang ajaibnya
Lalu engkau berlalu
Pergi dan menikah, hidup bahagia selalu
Padahal engkau tidak tahu
Hingga akhir waktumu
Naga itu mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar