Senin, 09 Maret 2015

Putri di Puncak Menara

Sang putri yang berdiri di menara tinggi
Bersanding dengan naga penguasa angkasa
Menanti pangeran pujaan dari negeri utara

Gelisah sang putri
Merasuk ke dalam hutan kesendirian dan semak-semak kesepian
Hingga burung-burung gelatik berhenti bernyanyi
Dan matahari meredupkan sinarnya

Sang putri sedih dan sendiri

Hingga sang pangeran menjemputmu
Dengan kuda sembrani dan baju zirah besi
Yang membunuh sang naga 
Dengan tebasan pedang ajaibnya

Lalu engkau berlalu
Pergi dan menikah, hidup bahagia selalu
Padahal engkau tidak tahu
Hingga akhir waktumu
Naga itu mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar