Senin, 29 Juni 2015

Meracau dalam Gulita

Mabuk aku. Hahaha. Mabuk lagi. Meracau lagi. Sampai pagi. Sampai ayam-ayam tetangga berkokok menimpali jeritan hati.

Aku meracau. Sampai ke surau-surau kuteriakkan: "Bangun! Bangun!" Padahal aku sedang meracau.

Meracau bagaikan surga. Biar saja meracau sendiri, biar jauh saja dari dunia. Biar gulita sirna. Biar diterangi pijar pelita.



Meracau di TOA milik negara: "Wahai pemilik tumpah darah yang sah! Bangun! Gejolakkan kembali ibu pertiwi dengan merah dan putihmu! Bangun! Jangan mau diperbudak Amerika! Jangan mau diperbudak Eropa! Jadilah bangsa yang merdeka! Merdeka sepenuhnya! Seutuhnya! Jangan tergoda manisnya harta! Harta hanya beban dunia! Hanya titipan semata! Bangun! Bangun! Banguuun!"

Aku disiram oleh air dingin, lalu melompat dari tempat tidur. Disana ada ibuku. Selesai sudah aku meracau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar