Selasa, 07 Juli 2015

Untuk Diriku dan Dirimu, 40 Tahun dari Sekarang

Cintaku,
Apa kamu masih ingat dahulu?
Zaman ketika kita masih muda dan bodoh
Kala pertama aku mengenalmu
Kala pertama aku mencintaimu

Sayangku,
Kita merasakan perihnya kehidupan dunia fana


Mengarungi jeram perasaan dan menerabas hutan ketidakpastian
Terseok-seok mendaki gunung penderitaan
Tertatih-tatih menuruni lembah kemiskinan

Allah menciptakan hambanya berpasang-pasangan
Seperti langit dan bumi, darat dan laut
Mungkin juga aku dan kamu
Juga pertemuan dan perpisahan

Kamu tahu
Sesekali aku berharap
Dia yang di langit
Sejenak membekukan waktu
Hanya untuk diriku dan dirimu

Supaya tak ada yang mengganggu sunyi
Supaya tak ada yang pergi

Mungkin,
Seharusnya kita tak pernah dipertemukan
Agar tak merasakan pedihnya perpisahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar