Cintaku,
Apa kamu masih ingat dahulu?
Zaman ketika kita masih muda dan bodoh
Kala pertama aku mengenalmu
Kala pertama aku mencintaimu
Sayangku,
Kita merasakan perihnya kehidupan dunia fana
Mengarungi jeram perasaan dan menerabas hutan ketidakpastian
Terseok-seok mendaki gunung penderitaan
Tertatih-tatih menuruni lembah kemiskinan
Allah menciptakan hambanya berpasang-pasangan
Seperti langit dan bumi, darat dan laut
Mungkin juga aku dan kamu
Juga pertemuan dan perpisahan
Kamu tahu
Sesekali aku berharap
Dia yang di langit
Sejenak membekukan waktu
Hanya untuk diriku dan dirimu
Supaya tak ada yang mengganggu sunyi
Supaya tak ada yang pergi
Mungkin,
Seharusnya kita tak pernah dipertemukan
Agar tak merasakan pedihnya perpisahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar